Langsung ke isi
Jumat, 6 November 202615.44 WITTIDORE · MALUKU UTARA
Pendidikan

Hari Guru 2026, Dikbud Malut Ajak Gubernur dan Pejabat Mengajar di Kelas

Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Maluku Utara bakal diperingati dengan cara berbeda.

Bagikan
Peluncuran rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 Maluku Utara, Jumat (6/11/2026).

TERNATE – Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Maluku Utara bakal diperingati dengan cara berbeda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara menyiapkan gebrakan dengan melibatkan gubernur, wakil gubernur, hingga jajaran pejabat pemerintah untuk turun langsung ke ruang kelas dan merasakan pengalaman menjadi guru.

Peringatan tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi diarahkan mengangkat kisah pengabdian para pendidik, terutama guru yang bertugas di wilayah terpencil dan kepulauan dengan keterbatasan akses serta fasilitas pendidikan.

Rangkaian kegiatan HGN 2026 diluncurkan Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, di SMA Negeri 4 Ternate, Jumat (6/11/2026).

Abubakar mengatakan, Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang menjadi momentum untuk memberi penghargaan sekaligus membangun kesadaran publik tentang pentingnya profesi guru.

Menurutnya, sebanyak 6.216 guru yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat serta membentuk karakter generasi masa depan.

“Momentum ini ingin kami manfaatkan untuk melakukan refleksi dan muhasabah terhadap pencapaian pendidikan, terutama peran dan eksistensi guru di Provinsi Maluku Utara,” kata Abubakar.

Mantan Penjabat Sekretaris Daerah Maluku Utara itu menegaskan, penghargaan terhadap guru tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, tokoh publik, dan media untuk memperlihatkan besarnya tanggung jawab serta pengorbanan para pendidik.

Peringatan HGN 2026 ini juga mendapat dukungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.

Ketua Panitia HGN 2026, Ramli Kamaludin, yang juga Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), menjelaskan bahwa Dikbud menyiapkan lima kategori apresiasi bagi guru: guru berprestasi, guru inspiratif, guru kreatif dan inovatif, guru berdedikasi, serta guru yang mengabdi di wilayah terpencil dan kepulauan.

Kategori terakhir menjadi perhatian khusus panitia. Sebab, di balik keterbatasan geografis dan kesejahteraan, masih ada guru yang terus bertahan menjalankan tugas demi memastikan anak-anak memperoleh pendidikan.

Ramli mengungkapkan, sejumlah guru harus menyeberangi sungai menggunakan rakit, berjalan kaki, bahkan mendaki gunung untuk mencapai sekolah. Tak sedikit pula yang tetap mengajar meski tanpa memperoleh bayaran.

“Mereka mengabdi tanpa pamrih karena kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Guru-guru seperti ini perlu kita identifikasi dan perkenalkan kepada masyarakat,” ujar Ramli.

Selain penghargaan, Dikbud Malut juga merancang sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program satu hari mengajar, saat gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, hingga pejabat pemerintah lainnya masuk ke ruang kelas untuk mengajar selama satu hingga dua jam.

Program tersebut diharapkan menjadi pengalaman langsung bagi para pejabat untuk memahami tantangan profesi guru, sekaligus menumbuhkan empati terhadap perjuangan tenaga pendidik di lapangan.

Panitia juga menyiapkan lomba menyanyikan Hymne Guru antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan lainnya meliputi jalan santai bersama guru yang digelar serentak di 10 kabupaten dan kota, upacara peringatan HGN pada 25 November, serta malam apresiasi guru sebagai puncak kegiatan untuk mengumumkan penerima penghargaan.

Dikbud Malut turut menggandeng insan pers melalui program Wartawan Menulis, yang mendorong jurnalis mengangkat kisah perjuangan, pengabdian, dan praktik baik para guru melalui media cetak maupun daring.

Ramli berharap, keterlibatan media dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat para guru yang selama ini bekerja dalam senyap di tengah keterbatasan.

Melalui rangkaian HGN 2026, Dikbud Maluku Utara ingin menghadirkan peringatan Hari Guru yang lebih bermakna: bukan sekadar mengenang jasa pendidik, tetapi momentum untuk mengakui, menghargai, dan memperlihatkan pengabdian mereka kepada publik.

Sebab, di balik masa depan generasi Maluku Utara, ada guru-guru yang setiap hari berjuang memastikan pendidikan tetap berjalan, bahkan di tempat yang sulit dijangkau. (@b)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait