Visibilitas Berangsur Pulih, Dua Pesawat Lepas Landas dari Bandara Sultan Babullah
Dua penerbangan bisa berangkat dari Ternate ketika jarak pandang sedikit membaik, meski enam jadwal lain terpaksa dibatalkan akibat kabut asap.

TERNATE — Layanan Bandara Sultan Babullah Ternate mulai kembali membaik, meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu pandangan pada Rabu (14/10/2026). Bandara tetap berstatus terbuka (OPEN), namun sebagian besar jarak pandang hari ini masih berada di bawah ambang batas aman operasional yang dipakai banyak maskapai.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bandara Sultan Babullah Ternate, Zainal Abidin, SE, mengungkapkan bahwa visibilitas di landasan pacu berkisar antara 3 hingga 4 kilometer. Angka tersebut lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya, yang tercatat di bawah 3 kilometer.
Zainal menuturkan kondisi itu saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2026): “Jarak pandang (visibility) di landasan pacu masih berada pada kisaran 3 hingga 4 kilometer, membaik dibandingkan hari sebelumnya yang berada di bawah 3 kilometer,” ujarnya.
Dua penerbangan akhirnya bisa lepas landas pada hari ini. Keduanya terdiri atas pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6141 jurusan Ternate–Jakarta, serta satu pesawat carteran TNI Angkatan Udara bernomor A-9144 yang melayani rute Ternate–Ambon.
Meski demikian, layanan penerbangan belum pulih sepenuhnya. Aturan keselamatan penerbangan yang ketat masih membuat sejumlah maskapai lain tertahan dan belum bisa diberangkatkan.
Zainal mencatat enam jadwal dibatalkan secara resmi, sementara satu penerbangan dialihkan ke bandara lain. Daftar pembatalan mencakup Sriwijaya Air rute Makassar–Ternate–Manado dan Manado–Ternate–Makassar, Garuda Indonesia Jakarta–Ternate–Jakarta, TransNusa Manado–Ternate–Manado dua jadwal, serta Trigana Air Sanana–Ternate–Sanana.
Penerbangan yang dialihkan tercatat menuju GTO.
Gangguan kabut asap sudah memunculkan rangkaian penundaan, pembatalan, dan pengalihan sejak beberapa hari terakhir. Pemulihan jadwal secara keseluruhan belum bisa dipastikan, sebab hal itu sangat bergantung pada kestabilan jarak pandang dan pemantauan kondisi keselamatan yang dilakukan BMKG bersama otoritas bandara.
Sampai berita ini disusun, Zainal belum dapat memastikan kapan seluruh penerbangan bisa kembali berjalan normal. (@b)
