M A: Pendidikan Harus Cetak Generasi Siap Kerja dan Berkarakter
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan bukan sekadar seremoni pengibaran bendera.

TIDORE – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan bukan sekadar seremoni pengibaran bendera. Di balik semangat persatuan yang digaungkan, terselip pesan tentang pentingnya membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pesan itu disampaikan Muhammad A., S.Pd., M.Si., yang akrab disapa M A, kepada media ini, Rabu (28/10/2026). Ia menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengantarkan siswa meraih nilai akademik, tetapi juga harus membentuk cara berpikir, sikap, dan kepekaan mereka dalam memandang kehidupan.
M A mengisahkan sebuah cerita yang sarat pelajaran tentang bagaimana manusia memandang orang lain melalui apa yang ada di dalam dirinya.
Dalam kisah tersebut, Abu Jahal digambarkan berkata kepada Rasulullah SAW bahwa beliau berwajah buruk. Rasulullah menjawab, “Kamu benar.” Ketika Umar RA memuji keindahan Rasulullah, beliau juga menjawab, “Kamu benar.”
Abu Bakar RA kemudian bertanya tentang jawaban Rasulullah yang membenarkan dua pernyataan yang bertolak belakang. Jawaban yang disampaikan dalam kisah itu mengandung pesan bahwa cara seseorang memandang orang lain tidak terlepas dari isi hatinya sendiri.
“Keindahan itu berada di dalam hati manusia. Semakin indah hati seseorang, semakin indah pula manusia dalam pandangannya,” demikian inti pelajaran yang disampaikan M A.
Bagi M A, pesan tersebut relevan dengan dunia pendidikan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menambah pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan karakter, membangun sikap saling menghargai, dan melatih siswa agar mampu melihat perbedaan dengan pikiran terbuka.
Menyiapkan Generasi untuk Masa Depan
Menurut M A, generasi yang diharapkan lahir dari bangku sekolah adalah generasi yang siap memasuki dunia industri, mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta menghadapi berbagai peluang dan persaingan lainnya.
Karena itu, pendidikan harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Inovasi dan edukasi perlu berjalan beriringan agar siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan, kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi.
Ia berharap SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan mampu terus berkembang menjadi sekolah yang terbuka terhadap kebutuhan peserta didik, menghadirkan inovasi pembelajaran, dan memberikan ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensinya.
Harapan itu sejalan dengan pelaksanaan upacara Hari Sumpah Pemuda yang digelar SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan bersama Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara di Kelurahan Toloa, Kecamatan Tidore Selatan.
Upacara berlangsung khidmat dengan semangat persatuan, nasionalisme, dan pembentukan karakter generasi muda. Muhammad A., S.Pd., M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Aipda Ibrahim Aunaka dipercaya sebagai komandan upacara dan Arianto Usman, S.Pd., sebagai penjuru kanan.
Keterlibatan peserta didik menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut. Selain menjalankan tugas pengibaran bendera dan pembacaan teks kebangsaan, para siswa juga membawakan acara dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Tidore.
Penggunaan tiga bahasa itu bukan sekadar variasi dalam seremoni. Ada upaya menumbuhkan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan juga mengembangkan dua program kokurikuler unggulan, yakni kokurikuler taruna serta kokurikuler seni budaya. Program taruna diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kebersamaan. Sementara seni budaya menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kreativitas sekaligus merawat kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
Kegiatan tersebut turut didukung Kepala SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan, Fatma Idris, S.Pd., M.Si., bersama Kepala SPN Polda Maluku Utara, KBP Anjas Gautama Putra, S.I.K., M.H., serta unsur komite sekolah, ASN, orang tua siswa, anggota Polsek Tidore Selatan, dan personel SPN Polda Maluku Utara.
Pada akhirnya, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup berhenti pada ikrar yang dibacakan setiap tahun. Semangat itu harus tumbuh dalam keseharian: dalam kedisiplinan, kejujuran, penghargaan terhadap perbedaan, dan keberanian untuk terus belajar.
Bagi M A, masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang diberikan kepada siswa, tetapi juga oleh seberapa kuat karakter yang dibangun dan seberapa siap mereka menghadapi kehidupan setelah meninggalkan sekolah.
Sebab, generasi unggul bukan semata-mata mereka yang memiliki kecerdasan akademik, melainkan juga mereka yang mampu menghargai sesama, bekerja dengan tanggung jawab, dan membawa manfaat bagi lingkungan serta bangsanya. (@b)



