Perwosi Malut Perkenalkan Senam Sehat di Tidore Lewat Sosialisasi Perdana
Perwosi Maluku Utara perdana menggelar sosialisasi dan senam sehat di Aula SMA Negeri 1 Tidore, Minggu sore, dengan tema Sehat Bersama Maluku Utara Yang Lebih Baik.

TIDORE — Kota Tidore Kepulauan dipilih sebagai tempat pertama penyelenggaraan sosialisasi dan senam sehat yang digagas Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Maluku Utara. Acara bertajuk “Sehat Bersama Maluku Utara Yang Lebih Baik” itu berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Tidore pada Minggu (8/11/2026) sore.
Sejumlah organisasi perempuan di daerah tersebut turut hadir dalam kegiatan itu.
Dalam sambutannya, Hj. Rusni Konoras selaku Ketua Perwosi Maluku Utara menjelaskan bahwa posisi ketua umum organisasi secara otomatis diisi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Pusat. Menurutnya, susunan organisasi itu akan mengikuti Tim Penggerak PKK sampai level kecamatan, kelurahan, dan desa.
“Kehadiran Perwosi Maluku Utara secara otomatis saat dilantiknya Ibu Sherly dan Pak Sarbin menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, dengan sendirinya saya dipilih langsung sebagai Ketua Perwosi Provinsi Maluku Utara, pada tahun 2025 hingga 2026 Perwosi Maluku Utara telah berhasil membawa harum nama daerah, dengan meraih Juara 2 Nasional pada Event Senam Kreasi,” ujarnya.
Rusni berharap organisasi tersebut mampu melahirkan talenta baru yang tampil pada Event Senam Kreasi di tahun berikutnya. Ia juga meminta Ketua Perwosi Tidore agar lekas menyusun ketua harian serta pengurus.
Hj. Rahmawati Muhammad Sinen menerima kedatangan Ketua Perwosi Maluku Utara beserta jajaran pengurus. Ia merangkap jabatan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan sekaligus Ketua Perwosi Kota Tidore.
“Selamat datang Ketua Perwosi Maluku Utara beserta pengurus, Alhamdulillah telah menempatkan Kota Tidore Kepulauan sebagai lokasi perdana digelarnya kegiatan Sosialisasi dan Senam Sehat, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, dan perempuan hebat tidak hanya berkarya, tetapi mampu menjaga raganya agar tetap sehat dan bugar,” katanya.
Menurut Rahmawati, kesehatan perempuan tidak semata bergantung pada kekuatan fisik, melainkan juga pada kemampuan menjaga kondisi mental serta keadaan sosial ekonomi. Ia mendorong kaum perempuan di Kota Tidore Kepulauan agar menyebarluaskan budaya olahraga dan membuat masyarakat aktif berolahraga. (@b)



