Langsung ke isi
Rabu, 4 November 202617.34 WITTIDORE · MALUKU UTARA
Borero Tidore

Wawali Tidore Presentasikan Dua Inovasi Unggulan pada Penilaian IGA 2026

Ahmad Laiman memperkenalkan Si Mona Bahenol dan Ake Lei Lei dalam penilaian Innovative Government Award 2026 kategori Kota yang disampaikan secara daring.

Bagikan
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman mempresentasikan inovasi unggulan daerah dalam kegiatan presentasi kepala daerah dan wakil kepala daerah terkait Inovasi Unggulan Daerah.
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman saat memaparkan inovasi unggulan daerah dalam kegiatan presentasi kepala daerah dan wakil kepala daerah terkait Inovasi Unggulan Daerah. (Foto: Prokopim Setda Kota Tidore Kepulauan)

TIDORE — Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, mengenalkan dua inovasi unggulan milik pemerintah kota dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 kategori Kota. Pemaparan dilakukan secara daring melalui zoom meeting dari ruang rapat Wali Kota Tidore pada Rabu (4/11/2026) dan disimak tim penilai.

Inovasi pertama berupa sistem digital di bidang kesehatan bernama Si Mona Bahenol, singkatan dari Sistem Monitoring Kesehatan Berbasis Online. Gagasan ini lahir dari Puskesmas Soasio. Sementara itu, inovasi nondigital diarahkan pada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Asli Desa.

Adapun inovasi kedua bernama Ake Lei Lei, berupa wahana wisata kolam renang yang memanfaatkan sumber air dari mata air pegunungan Halmahera. Desa Oba di Kecamatan Oba Utara menjadi penggagasnya.

Menurut Ahmad Laiman, semangat berinovasi tidak hanya dibebankan pada satu level. Semua pihak, mulai dari kepala OPD, kepala bagian, camat, lurah, hingga kepala desa, diminta ikut ambil bagian.

Ia menuturkan, “Inovasi merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Tidore Muhammad Sinen dan Saya selaku Wakil Wali Kota, dengan harapan kita bisa meningkatkan kualitas pelayanan public dan kesejahteraan masyarakat Kota Tidore, sehingga setiap OPD diwajibkan memiliki sebuah inovasi untuk menjadi sebuah acuan dalam pengembangan inovasi Daerah,” kata Ahmad Laiman.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tetap berharap manfaat inovasi unggulan bisa dirasakan warga Tidore.

Ahmad Laiman menambahkan, “Kami siap mempertahankan predikat berinovasi, mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan dampak inovasi harus terasa di setiap nadi kehidupan masyarakat kota tidore, makanya kami mengusung tema tidak hanya inovasi yang berdampak tetapi dampaknya harus terasa,” tandasnya.

Sejumlah pejabat dan tim turut mendampingi pemaparan, di antaranya Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo, Kepala Bapperida Saiful Bahri Latif, Kepala Dinas Kesehatan Saiful Salim, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa M. Iqbal Japono, bersama tim Inovasi Daerah serta tim penggagas kedua inovasi.

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian IGA 2026 untuk pemerintah kota. (A1) (@b)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait