Kantor Kemenhaj Halteng Gelar Kerja Bakti Jelang Penilaian Adipura
Jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Halmahera Tengah membersihkan lingkungan perkantoran pada Jumat (16/10/2026) sebagai dukungan terhadap penilaian Adipura. Kegiatan dipimpin langsung Kepala Kantor Drs. H. Nurkhalis.

WEDA – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Halmahera Tengah menggelar kerja bakti pada Jumat (16/10/2026) sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dipandang sebagai cerminan sikap disiplin, bukan hanya soal membuang sampah.
Kerja bakti dipimpin langsung Kepala Kantor, Drs. H. Nurkhalis, dan diikuti seluruh staf serta pegawai. Kegiatan tersebut juga didorong untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah yang tengah menghadapi penilaian Adipura.
Area yang dibersihkan mencakup halaman kantor, kawasan di luar pagar kompleks perkantoran, serta saluran drainase di sekitarnya. Petugas dan pegawai mengumpulkan sampah, menyapu daun kering, memangkas rumput liar, dan menata saluran air agar kembali berfungsi optimal.
Menurut Nurkhalis, kebersihan tidak semestinya diurus hanya saat penilaian Adipura akan berlangsung. Ia menilai kesadaran tersebut perlu tumbuh dari lingkungan kerja sendiri dan dipelihara menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.
Keterlibatan semua pegawai menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan. Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut kedisiplinan dan kepedulian dari setiap individu.
Lingkungan yang bersih, sehat, dan rapi juga mencerminkan budaya kerja yang baik. Kegiatan gotong royong ini diharapkan menjadi komitmen berkelanjutan, sekaligus contoh bagi masyarakat.
Dukungan terhadap Adipura, menurut kantor tersebut, tidak hanya dinilai dari kebersihan halaman perkantoran. Menjaga lingkungan secara berkelanjutan merupakan bagian penting dalam membangun kawasan perkotaan yang lebih sehat dan nyaman.
Melalui kegiatan gotong royong ini, Kemenhaj Halmahera Tengah menegaskan bahwa lingkungan bersih harus dimulai dari langkah sederhana, dikerjakan bersama, dan dijaga setiap hari. Kebersihan yang bertahan, menurut mereka, lahir dari kesadaran, bukan semata karena penilaian. (@b)

