Langsung ke isi
Selasa, 20 Oktober 202614.16 WITTIDORE · MALUKU UTARA
Borero Tidore

Kualitas Udara Sekolah di Tidore Memburuk, Enam Sekolah Sangat Tidak Sehat

Sejumlah sekolah di Tidore Kepulauan masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla, berdasarkan pengukuran per 19 Oktober 2026.

Bagikan
Saiful Salim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, di Tidore Kepulauan. (Foto: Prokopim Setda Kota Tidore Kepulauan)

TIDORE — Hasil pengukuran kualitas udara per 19 Oktober 2026 kembali dirilis Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan. Pengukuran yang dilakukan Puskesmas kali ini menyasar sekolah di wilayah kota, saat kabut asap karhutla masih menyelimuti Tidore.

Saiful Salim, yang memimpin Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan setiap dua hari sekali agar kualitas udara terpantau secara berkala. Ia menyampaikan keterangan tersebut saat dimintai konfirmasi pada Selasa (20/10/2026), dengan tujuan agar langkah mitigasi bisa segera dijalankan.

Menurut Saiful, hasil pengukuran dari seluruh Puskesmas memperlihatkan sebagian besar layanan pendidikan masih berstatus tidak sehat. Sejumlah sekolah bahkan naik ke status sangat tidak sehat, sedangkan sisanya berada di status sedang.

“Hingga saat ini kabut asap masih nampak jelas menyelimuti Kota Tidore Kepulauan, dan update hasil pengukuran kualitas udara dari seluruh Puskesmas, rata-rata layanan pendidikan atau sekolah masih terdampak kualitas udara dengan status TIDAK SEHAT, beberapa diantaranya justru naik status menjadi SANGAT TIDAK SEHAT, dan sisanya berada di status SEDANG,” ujar Saiful.

Enam sekolah yang berstatus sangat tidak sehat yakni SMP Negeri 2 Tidore, MTS Swasta Nurul Jihad Aketalaga, SMA Taman Siswa Bale, SMA Muhammadiyah 1 Tidore, SDN 1 Akesai, dan SDN 2 Akesai.

Di luar sekolah, sejumlah kantor desa, kantor KUA, dan kantor camat juga tercatat berstatus tidak sehat. Sementara itu, enam sekolah lain berstatus sedang, yakni SDN Itokici, MIN 6 Tidore, SDN Topo, SDN Soasio, SMP N 1 Tidore, dan SDN Goto.

Saiful mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan riwayat penyakit pernapasan, untuk selalu memakai masker ketika keluar rumah.

“Kami berharap tidak meremehkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, kita harus dapat beradaptasi dengan lingkungan saat ini akibat dampak dari Karhutla dengan perbiasakan gunakan masker saat keluar rumah, sumber polutan tentunya kita bersama telah mengetahui akibat kiriman asap karhutla dari beberapa daerah,” katanya.

Saiful menegaskan tenaga kesehatan tidak bisa memadamkan api. Karena itu, langkah yang ditempuh berupa mitigasi guna mencegah kenaikan kasus ISPA, mencakup edukasi protokol kesehatan serta penyediaan masker dan obat-obatan di seluruh Puskesmas.

Warga dapat memperoleh logistik tersebut di fasilitas kesehatan terdekat. Protokol kesehatan tetap dianjurkan pula di sekolah berstatus sedang, termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker guna menghindari partikel halus. (@b)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait