Langsung ke isi
Senin, 12 Oktober 202621.02 WITTIDORE · MALUKU UTARA
Pemerintahan

Gubernur Sherly Tjoanda Sebut 5.000 Kilometer Jalan Tani di Maluku Utara Masih Butuh Penanganan

Gubernur Sherly Tjoanda menyebut sekitar 5.000 kilometer jalan tani di Maluku Utara belum ditangani. Selama ia menjabat, sekitar 150 kilometer telah diselesaikan.

Bagikan
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memberi sambutan pada Tablig Akbar dan Zikir Akbar HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara di Alun-Alun Sofifi, Minggu (11/10/2026) malam.

SOFIFI – Pembangunan infrastruktur pertanian diakui Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah provinsi. Menurut dia, sekitar 5.000 kilometer jalan tani masih perlu ditangani guna mendukung aktivitas petani dan nelayan di Maluku Utara.

Sherly menyampaikan, sepanjang masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, pemerintah provinsi telah merampungkan sekitar 150 kilometer jalan tani. Meski begitu, capaian itu dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

“Selama saya dan Pak Sarbin menjabat, kita sudah menyelesaikan kurang lebih 150 kilometer jalan tani. Masih banyak jalan tani, mungkin sekitar 5.000 kilometer,” kata Sherly dalam sambutannya pada Tablig Akbar dan Zikir Akbar di Alun-Alun Sofifi, Minggu (11/10/2026) malam.

Pemerintah provinsi, ujarnya, berencana kembali menangani 200 kilometer jalan tani. Menurut Sherly, pembangunan itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai tukar petani dan nelayan sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Sherly menyebut sekitar 60 persen warga Maluku Utara adalah petani, sedangkan 20 persen lainnya nelayan. Karena itu, ia menilai pembangunan daerah perlu memperhatikan kelompok masyarakat yang menopang kebutuhan pangan dan perekonomian tersebut.

“Semua dari kita di sini bisa sekolah, bisa ada sampai seperti ini karena jerih payah petani dan nelayan. Benar tidak?” ujarnya di hadapan masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut.

Pernyataan Sherly itu menempatkan pembangunan jalan tani sebagai salah satu persoalan penting dalam agenda pembangunan Maluku Utara. Infrastruktur tersebut berperan menunjang mobilitas hasil pertanian, meski peningkatan kesejahteraan petani juga berkaitan dengan biaya produksi, akses pasar, serta harga komoditas.

Ajak Warga Tetap Satu Hati

Sherly juga mengajak warga menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat. Ia memohon doa agar seluruh masyarakat, yang disebutnya penghuni Rumah Besar Maluku Utara, dapat membangun kehidupan yang saling mengasihi dan memaafkan.

“Saya titipkan doa kepada Pak Ustaz, semoga kita, semua penghuni yang ada di Rumah Besar Maluku Utara ini, diberikan satu hati,” kata Sherly.

Menurut dia, perbedaan pandangan tidak seharusnya melunturkan semangat persaudaraan di antara masyarakat.

“Hati yang saling mengasihi, hati yang saling memaafkan. Walaupun kita berbeda-beda pendapat, kita harus tetap satu hati,” ujarnya.

“Ketika penghuni Rumah Besar Maluku Utara ini satu hati, maka semesta ini akan mencurahkan rezekinya,” kata Sherly.

Ustaz Das’ad Latif hadir sebagai penceramah dalam Tablig Akbar dan Zikir Akbar tersebut, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Samsuddin Abdul Kadir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, komunitas muslim, serta masyarakat Sofifi dan sekitarnya turut hadir dalam kegiatan itu. (@b)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait