Langsung ke isi
Senin, 12 Oktober 202620.13 WITTIDORE · MALUKU UTARA
Pendidikan

Pelajar Kristen Gelar Christian Youth Camp di Sofifi, Kadikbud Malut Abubakar Abdullah Beri Apresiasi

Kepala Dikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah memberi apresiasi atas Christian Youth Camp di Sofifi yang digelar bersamaan dengan zikir pelajar Muslim dalam HUT ke-27 Malut.

Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah (tengah) memberi arahan pada Christian Youth Camp di aula Kantor Dikbud Maluku Utara, Sofifi, Minggu (11/10/2026).

SOFIFI – Dua kegiatan keagamaan pelajar berlangsung pada waktu yang sama di Sofifi, Minggu (11/10/2026) malam, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara. Pelajar Muslim melaksanakan zikir, doa bersama, dan ceramah keagamaan oleh Ustaz Das’ad Latif di Alun-Alun Tavamu, sedangkan pelajar Kristen menjalani pembinaan rohani di aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara.

Pembinaan rohani itu dikemas dalam Christian Youth Camp bertema “Membentuk Generasi Muda yang Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Karakter”. Acara ini tidak sebatas kegiatan keagamaan, sebab juga mengajak peserta didik menguatkan keyakinan serta belajar saling menghormati di tengah keberagaman.

Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berpendapat, pembentukan karakter tidak cukup lewat pelajaran formal di kelas. Nilai spiritual, toleransi, dan sikap menghargai perbedaan juga harus ditanamkan melalui pengalaman nyata.

“Ini wujud toleransi dan edukasi positif bagi dunia pendidikan. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan indeks kebinekaan di lingkungan sekolah,” ujar Abubakar.

Menurut Abubakar, keberagaman di sekolah bukan hanya fakta yang ditemui, tetapi nilai yang mesti dijaga lewat kebiasaan sehari-hari. Ia menyebut sekolah harus aman dan inklusif agar setiap peserta didik dapat berkembang sesuai agama dan keyakinannya.

Maluku Utara merupakan wilayah dengan beragam agama, budaya, dan tradisi. Karena itu, dunia pendidikan membutuhkan ruang perjumpaan agar siswa dapat menghargai keyakinan orang lain tanpa kehilangan identitas sendiri.

Abubakar menilai, kegiatan keagamaan yang digelar serentak dalam rangkaian HUT Maluku Utara menunjukkan bahwa pembinaan iman dan semangat kebinekaan bisa berjalan beriringan.

“Malam ini ada praktik baik yang luar biasa. Di Alun-Alun Tavamu, lantunan zikir dan doa menggema, sementara di Kantor Dikbud, puji-pujian kepada Tuhan dilantunkan para pelajar Kristen. Semuanya membawa pesan yang sama, yakni kebaikan, kedamaian, dan harapan,” katanya.

Meski tempatnya berlainan, kedua kegiatan itu sama-sama bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki dasar keimanan, karakter, dan kepedulian kepada sesama.

Dalam dunia pendidikan, toleransi tidak cukup berupa ajakan hidup rukun. Nilai itu perlu diwujudkan dengan menghormati teman yang berbeda agama, memberi tempat bagi setiap keyakinan, dan merawat persatuan.

Abubakar berharap pembinaan rohani berdampak lebih jauh daripada sekadar seremoni. Ia menginginkan para pelajar membawa nilai kebaikan dari kegiatan itu ke sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Semoga keberkahan dan keselamatan senantiasa dilimpahkan untuk Indonesia dan Maluku Utara. Inilah pendidikan kebinekaan yang harus terus kita hidupkan sejak dini,” ujarnya.

Di tengah perayaan HUT Maluku Utara, pesan dari kegiatan ini mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan kemajuan ekonomi. Pembentukan karakter generasi muda, sikap menghormati perbedaan, dan kemampuan menjaga persatuan juga bagian penting dari masa depan daerah.

Keberagaman akan menjadi kekuatan ketika generasi mudanya belajar merawat perbedaan sejak dini. (@b)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait