Langsung ke isi
Minggu, 11 Oktober 202604.15 WITTIDORE · MALUKU UTARA
Pendidikan

Wagub Malut Sarbin Sehe Buka Kemah Generasi Berkarakter untuk Pengurus OSIS di Sofifi

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe membuka Kemah Generasi Berkarakter di Sofifi. Ia menekankan integritas, akhlak, dan sikap menghormati keberagaman kepada pengurus OSIS.

Bagikan
Ratusan pengurus OSIS SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara berkumpul di lokasi Kemah Generasi Berkarakter, kawasan Masjid Raya Sofifi, Jumat (9/10/2026).

SOFIFI – Integritas, akhlak, dan sikap menghargai keberagaman dalam dunia pendidikan menjadi pesan utama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus sejalan dengan karakter agar generasi muda mampu menjadi pemimpin yang jujur dan menjaga persatuan.

Sarbin menyampaikan hal itu ketika membuka Kemah Generasi Berkarakter bagi pengurus OSIS SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara. Acara digelar di kawasan Masjid Raya Shaffulkhairat, Sofifi, Jumat (9/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara.

“Pendidikan kita ingin wujudkan karakternya: kognitifnya bagus, akhlaknya bagus, dan nilai spiritualnya bagus,” kata Sarbin di hadapan peserta kemah.

Ia menilai pendidikan selama ini telah melahirkan generasi dengan kemampuan akademik yang kian berkembang. Meski begitu, pembentukan integritas, kejujuran, moral, dan akhlak menurutnya masih perlu diperkuat.

Sarbin berharap kemah ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar ajang pertemuan antarsiswa. Peserta diminta memakainya sebagai ruang belajar membangun karakter, lalu menerapkannya dalam keseharian, terutama di lingkungan sekolah.

“Kami berharap betul-betul kita ingin bangun masa depan pendidikan dengan integritas yang kuat, moral yang kuat, akhlaknya yang kuat. Kalau ini kita bisa mampu, maka kita akan selamatkan generasi masa depan,” ujarnya.

Pembentukan karakter, kata Sarbin, berkaitan dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Ia menyebut generasi masa depan tidak cukup berbekal kemampuan akademik, tetapi juga harus mempertanggungjawabkan pengetahuan dan kecerdasannya lewat perilaku yang baik.

“Dia pintar tapi tidak sombong. Tapi kalau akhlaknya tidak ada, pintar merasa dia yang paling hebat. Tapi kalau ada akhlak, ternyata ada juga temannya yang hebat,” kata Sarbin.

Keragaman Jadi Pelajaran Penting

Di samping integritas, Sarbin berpesan agar peserta menghormati perbedaan suku, agama, dan latar belakang sosial. Menurutnya, pemahaman tentang keberagaman perlu ditanamkan sejak dini supaya generasi muda terbiasa hidup berdampingan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh.

Ia mencontohkan masyarakat Maluku Utara yang terdiri atas berbagai kelompok etnis dan pemeluk agama. Perbedaan itu, ujarnya, adalah kenyataan yang harus diterima dan dihormati, bukan dipertentangkan.

“Bagaimana mengumpulkan satu tempat kemudian bisa hidup berdampingan. Ada yang ke gereja, ada yang ke masjid, ada yang ke pura, ada yang ke vihara, tapi bisa hidup dengan humanistis,” ujarnya.

Para ketua OSIS diminta Sarbin memanfaatkan kemah untuk bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, dan belajar dari kelebihan serta kekurangan masing-masing. Nilai yang didapat selama kegiatan diharapkan dibawa pulang dan dipraktikkan di sekolah asal.

Pesan keberagaman itu juga terlihat dari pengaturan tempat menginap. Panitia menyiapkan tenda untuk siswa laki-laki, sedangkan peserta perempuan ditempatkan di lokasi berbeda sesuai pengaturan panitia, termasuk di lobi masjid bagi peserta Muslim dan di astaka bagi peserta Nasrani.

Ketua Panitia Penyelenggara, Hasanudin Ali, melaporkan bahwa sebanyak 900 siswa sudah registrasi secara daring untuk kemah tingkat provinsi ini. Selain itu, terdaftar pula 40 siswa SLB dan sekitar 200 pendamping.

Pembinaan karakter dalam program ini dirancang lewat sejumlah materi, antara lain kepemimpinan, pembangunan karakter (character building), kesiapsiagaan bencana, kewirausahaan, serta penggunaan media sosial secara beretika.

Sekitar 27 tenda disiapkan panitia dengan dukungan sejumlah instansi, termasuk Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. Fasilitas pendukung disediakan dengan memanfaatkan sarana masjid, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta toilet di area astaka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah turut mendampingi Sarbin pada pembukaan kegiatan itu.

Sarbin berharap peserta menjadikan pengalaman selama di Sofifi sebagai bekal mengembangkan kepemimpinan dan mempererat hubungan antarpelajar. Ia juga meminta seluruh peserta menjaga ketertiban selama rangkaian peringatan HUT ke-27 Maluku Utara.

Bagi pemerintah daerah, kemah ini menjadi salah satu ruang pembinaan generasi muda di luar pembelajaran formal. Tantangannya adalah memastikan nilai integritas, toleransi, dan tanggung jawab yang disampaikan selama kegiatan benar-benar menjadi kebiasaan setelah para siswa kembali ke sekolah.

Sebab, karakter tidak hanya diukur dari materi yang dipahami atau pesan yang didengar, tetapi juga dari perilaku yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. (@b)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait